Sabtu, 12 Juni 2010

PENGARUH KENAIKAN MUKA AIR LAUT GLOBAL TERHADAP KEAMANAN PRASARANA PEKERJAAN UMUM

Kenaikan muka air laut akibat global warming merupakan isu yang perlu diperhitungkan pengaruhnya terutama untuk kepulauan Indonesia yang sebagian besar merupakan daerah-daerah rendah seperti DKI Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Kenaikan muka air laut dapat berpengaruh terhadap kestabilan bangunan pantai, sistim drainase, ketinggian badan jalan, bangunan-bangunan umum, permukiman dan pantai.
Pengaruh penggenangan di daerah rendah di Indonesia dapat disebabkan oleh adanya kenaikan muka air laut yang dikombinasikan dengan penurunan tanah. Penurunan tanah antara lain disebabkan oleh adanya pemompaan air tanah secara besar-besaran. Perlu dilakukan penelitian dari kedua pengaruh itu mana yang paling dominan.
Dalam makalah ini akan diuraikan mengenai pengaruh kenaikan muka air laut terhadap keamanan Prasarana Pekerjaan Umum disertai dengan saran penelitian yang perlu dilakukan untuk mengetahui besarnya kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah.

Kelanjutan makalah ini, download di sini.

EUTHANASIA


Pendahuluan

Setiap makhluk hidup, termasuk manusia akan mengalami siklus kehidupan yang dimulai dari proses pembuahan, kelahiran, kehidupan di dunia dengan berbagai permasalahannya, dan diakhiri dengan kematian. Dari berbagai siklus kehidupan di atas, kematian merupakan salah satu yang masih mengandung misteri yang sangat besar. Proses pembuahan yang rumit mulai dapat dikenali dan dipelajari, bahkan akhir akhir ini sudah dapat dilakukan proses pembuahan buatan, yang meniru proses alamiah, dan terjadilah inseminasi buatan, yang tidak menimbulkan masalah etika pada dunia hewan, tetapi menjadi sangat kompleks dalam dunia manusia. Cloning merupakan proses pembuahan buatan yang menimbulkan kontradiksi yang sangat kompleks. Berbagai macam penyulit dalam kurun waktu kehidupan di dunia dalam bentuk berbagai penyakit juga dapat dikenali satu demi satu, dan sebagian besar penyakit infeksi sudah dapat disembuhkan, sebagian besar penyakit non infeksipun sudah dapat dikendalikan, walaupun belum dapat disembuhkan. Semua upaya tersebut di atas, yang dikerjakan oleh manusia mempunyai hakekat untuk memperoleh jalan keluar dalam mengatasi kesulitan ataupun gangguan dalam proses pembuahan, kelahiran dan kehidupan itu sendiri yang akhirnya adalah menunda proses akhir dari seluruh rangkaian kehidupan di dunia, yaitu kematian.

Untuk kelanjutan makalah ini, download di sini.

Jumat, 11 Juni 2010

MEMILIH CALON PASANGAN: KONSEPSI KAFA’AH DALAM PERNIKAHAN

(Telaah kesederajatan sosial, Kesederajatan Agama dan Kesepadanan pendidikan)

Proses mencari jodoh, tidak bisa dilakukan dengan acak (random). Juga tidak bisa semata-mata karena pertimbangan pribadi namun harus dilakukan menurut aturan-aturan berdasar pertimbangan yang mendalam. Pola pikir bahwa cinta itu buta sama sekali tidak bersifat universal, malahan cenderung mengarah pada konsepsi yang keliru. Keyakinan bahwa cinta dan perkawinan itu berjalan seiring seperti kuda dengan keretangya logika inipun tentunya perlu dipertanyakan ulang karena cinta dan perkawinan adalah dua buah model pengalaman manusia. Yang dinamakan dengan perkawinan adalah konsep sakral dari sebuah kontak (ijab Qobul) secara syah yang dilakukan oleh pasangan lelaki dan perempuan sesuai tata nilai hukum yang berlaku, baik hukum positif maupun hukum religius. Jadi jelas pernikahan/ perkawinan merupakan sesuatu yang sakral suci dalam kehidupan manusia. Pemilihan jodoh-menurut agama-harus melewati suatu aturan dan berbagai pertimbangan, pertimbangan cinta bukanlah sesuatu yang harus diprioritaskan.
Dalam perkawinan para ahli mengakui beberapa syarat yang harus dipenuhi lebih dahulu (prerequiste) walaupun berbeda antar pendapat. Akan tetepi secara umum semua kriteria itu di tunjukanuntuk menentukan calon jodoh yang cocok untuk masa depannya. Konsep kesepadanan (kafa’ah) akan melibatkan kriteria-kriteria yang lain dalam sebuah koridor yang cukup kompleks. Kriteria itu atara lain kesederajatan sosial (Sosial equality), Kesederajatan agama (religius equality), kesederajatan ekonomi (Economic equality), kesederajatan profesi (Job equality), kesederajatan pendidikan (education equality) dll. Analis persoalan yang dikembangkan dalam risalah ini ditinjau dalam rangka makro dan secara eksplisit akan berkaitan erat pada konsep kesepadanan pendidikan sebagaimana tema yang kita sepakati sebelumnya. Paradigma yang penulis tawarkan adalah paradigma pemikiran deduktif, yakni sebuah analisis konsep kita kedepankan baru kemudian komparikasikan dengan kenyataan-kenyataan kasiustik di lapangan.

untuk lebih lengkapnya makalah ini, download di sini

Kumpulan Rumus Trigonometri

Berikut link download Kumpulan Rumus-rumus Matematika Trigonometri dan latihan soal,
seperti :
Menentukan Rumus Cos (a + b)
Cos (a + b) = Cos a Cos b - Sin a Sin b
Contoh Soal :
Cos 90 = ?

download di sini
Related Posts with Thumbnails